My Scrapbook: August 2012

Thursday, August 30, 2012

Oki (MIA)

Hari ni genap 2 minggu Oki hilang..sebelum ni umi malas nak masukkan entry dlm blog ni sebab sedih sangat dgn kehilangan dia..baru sekarang ada sedikit kekuatan utk bercerita pasal Oki..tiap malam sebelum tido umi tgk gambar2 Oki dlm handphone umi..tu yg buat lg sedih tu..walaupun orang lain happy sambut raya tp tahun ni la umi rasa raya yang paling tk meriah, dahlah ayah kesayangan telah pergi menemui Ilahi bulan May yang lalu, bertambah pulak dgn kehilangan Oki dan Etot pulak asyik demam saja..Umi kt kampung pun tk senang hati, risau je rasanya..anyway, camna hilang tu biarlan umi simpan saja sebab tk nak nanti ada dendam pulak kt org lain..tk de rezeki umi nk jaga Oki sampai besar agaknya..6 bulan saja Oki bersama umi tp 6 bulan tu umi happy sgt..bersesuaian betul dgn maksud nama Oki (hiroki) tu sendiri..
 
Dalam tempoh ni hampir setiap hari abah pergi cari Oki kt sana..tp bayang2 Oki pun tk nampak..walaupun abah nampak cool aja tp umi tahu abah pun mesti terasa kehilangan Oki, kalau tak takan la dia sanggup pergi cari Oki tiap hari bila ada kelapangan..teringat dulu masa mula2 umi bawa balik Oki, abah macam tk berapa suka tapi lama kelamaan abah yg lebih banyak main dgn Oki..tiap malam Oki mesti dtg kt abah suruh abah gomol2 dia..hehe..kelakar sangat..terjerit2 si Oki tp bila dah berenti, dia sendiri yg tarik2 tangan abah nak suruh buatkan lagi..rindunya umi pada Oki..terbayang2 wajah Oki bila datang kejut umi bangun tiap pagi..Oki akan 'landing' atas dada umi dan pandang tepat ke muka umi..harapan umi ada la insan mulia lain yg terjumpa dgn Oki dan jaga Oki baik2. Apa yng buat umi paling risau sebab Oki takut sgt dgn org lain..selalu pun  kalau ada sesiapa dtg kt pagar rumah pun Oki dah menyorok bawah katil..itu belum kira org masuk rumah lagi..entah macam mana la Oki nak makan or survive..hmm..namun, umi selalu doa, kalau Oki lebih baik tanpa umi, umi relakan tp kalau tak umi harap Allah akan pulangkan Oki pada umi..InsyaAllah
 
Okla tk sanggup dah umi nk bercerita panjang pasal Oki..dah tergenang airmata umi ni..Kini hanya kenangan dan gambar2 Oki yg akan umi simpan sepanjang hayat Umi. Umi pohon semoga Allah akan memelihara Oki dgn sebaiknya. Ameen...
 
 

Thursday, August 16, 2012

10 Malam Terakhir Ramadan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jadikan 10 malam terakhir di bulan ramadan sebagai malam untuk mengumpulkan sebanyak pahala. Semoga kita dapat bertemu dgn Malam Lailatulqadar..setiap orang muslim pasti ingin bertemu dengan malam lailatulqadar itu..kerana malam itulah mukjizat Allah S.W.T iaitu Al-Quran diturunkan..dan malam itu lebih baik dari 1000 bulan..

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadr:1-5)

اِلْتَمِسُوْهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ (يَعْنِي لَيْلَةَ القَدْرِ) فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ البَوَاقِي

“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika salah seorang di antara kalian tidak mampu atau lemah maka jangan sampai terluput dari tujuh hari sisanya.” (HR. Muslim no.1165)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa shalat malam/tarawih (bertepatan) pada malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhariy 38 dan Muslim no.760)

Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Diriwayatkan dari ‘A`isyah, dia berkata: Aku bertanya: Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tahu kapan Lailatul Qadr (terjadi), apa yang harus aku ucapkan? Beliau menjawab: “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. At-Tirmidziy 3760 dan Ibnu Majah 3850, sanadnya shahih)

Tanda-tandanya
Dari Ubaiy, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Pagi hari malam Lailatul Qadr, matahari terbit tidak ada sinar yang menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR. Muslim no.762) Dan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Malam Lailatul Qadr adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, dan keesokan harinya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisiy 349, Ibnu Khuzaimah 3/231 dan Al-Bazzar 1/486, sanadnya hasan)

Ciri-ciri Lailatul Qodr
Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :

Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :

Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)

Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :

1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)

3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)

4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)

Perbedaan Waktu Antara Negara
Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).

Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)

Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)

Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.

Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”

Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah ”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)

Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.

Antara amalan yang dilakukan Rasululah SAW dan para sahabat pada malam-malam terakhir Ramadhan ialah:
• Mandi, berpakaian cantik dan berwangi-wangian.
• Beriktikaf iaitu mendampingi masjid untuk mentaati Allah.
• Mengejutkan keluarga agar bangun beribadah.
• Uzlah (tidak mendekati) isteri.
• Memperbanyakkan amal ibadat dan berqiamulail di masjid atau surau.
• Menghadiri majlis ilmu, mengulangkaji hadith, tafsir dan sirah nabi.
• Memperbanyakkan bertasbih, tahmid, takbir, istighfar dan bersalawat.
• Membaca dan tadarus al-Quran serta berzikir kepada Allah.
• Bersolat Tarawih, Witir, Tahajud, Taubat dan solat Hajat.
• Bertaubat daripada segala kesalahan dan dosa selama ini.
• Berdoa ke hadrat Ilahi. Baginda SAW sering membaca doa: “Wahai Tuhan kami! Anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan juga kebajikan di akhirat serta peliharakanlah kami daripada seksaan api neraka yang pedih.”

Berdoa mendapatkan keampunan dan keberkatan malam itu



Wednesday, August 15, 2012

Salam Aidilfitri














Bila Ramadhan menjelma
Kita pun menyambut bulan puasa
Dengan penuh kesedaran
Serta keinsafan kita puasa
Syukur pada Yang Maha Esa
Di atas segala pemberian Nya

Kini syawal pun menjelma
Kita bergembira meraikannya
Dengan pakaian yang indah
Di dalam suasana sungguh meriah
Zakat fitrah jangan di lupa
Tanda kita bersaudara
Insan yang mulia

Di... dalam suasana takbir bergema
Kita bersyukur
Di... atas rahmat Nya
Dengan segala puji bagi Nya
Insaflah kita di hari raya
Hari mulia

Selamat menyambut Aidilfitri, Maaf Zahir & Batin

Fadhilat Cium Anak, Isteri & Suami


1. Fadhilat mencium anak.
Ciumlah anakmu kerana pahala setiap ciuman itu dibalas dengan satu darjat syurga. Nisbah di antara dua darjat ialah 500 darjat. Syurga itu ialah sebuah kampung kesenangan, tiada masuk ke dalamnya melainkan orang yang menyukai kanak-kanak.


Barangsiapa keluar ke pekan dan membeli barang-barang dan kembali ke rumah dengan buah tangan untuk anak-anaknya, nescaya mendapat rahmat daripada Allah dan tidak diseksa di akhirat kelak.

Tahukah anda jika dibiasakan mencium anak sendiri, sifat mendera atau membantai serta memukul anak boleh dihindarkan? Dengan wujudnya sifat suka mencium anak, hormon dan bau anak kita itu akan sebati ke dalam otak kita sekaligus mesej yang mengatakan “aku sayang anak aku” akan tersemat terus ke dalam jiwa.

2. Fadhilat mencium suami.
Bila isteri salam dan cium tangan suami, maka gugurlah dosa-dosa kecil si isteri. Restu seorang suami tu penting dalam rumahtangga. Lagipun isteri juga akan dapat pahala. Suami pun mendapat pahala juga kalau dia kucup dahi isteri.


Ramai isteri yang tidak pasti waktu dan ketika bila mereka harus mencium suaminya. Sebenarnya bagi seorang suami, jika mereka sudah di biasakan dicium oleh isteri mereka tidak kira bila-bila masa pun… mereka cukup menghargainya. Dengan cara inilah hati dan jiwa mereka akan tertutup dengan godaan dari luar.

Sebab itulah ramai wanita yang memujuk rayu suami mereka supaya berhenti menghisap rokok. Jika suami mahukan nafas yang segar dari isterinya ketika dicium, maka perkara yang sama juga dimahukan oleh isteri mereka. Lagipun, Islam tidak menggalakkan sesiapa sahaja menghisap rokok.

Kenyataanya, apa yang berlaku hari ini ialah isteri hanya akan mencium suami bila suami hendak berjalan jauh/outstation/kerja di luar kawasan. Itu tidak cukup untuk menyemai benih sayang pada suami. Jika anda sebagai isteri terlalu sombong untuk mencium suami sendiri, jangan terperanjat pula nanti kalau suami anda rasa lebih di sayangi oleh wanita lain di luar sana. Jadi selalulah belai suami dengan ciuman dan juga pelukan.

Semua ini akan menambah rasa kasih. Hati yang panas juga boleh jadi sejuk. Boleh di praktik oleh si isteri apabila dia atau suaminya hendak pergi kerja dan balik kerja. Selepas solat dan ketika hendak tidur juga bagus di amalkan. Hikmahnya, redha suami akan sentiasa bersama isterinya.

Satu lagi perkara yang ramai isteri tidak sedar ialah tabiat tidur berbantalkan lengan suami. Hanya sedikit sahaja isteri yang tahu bahawa tidur berbantalkan lengan suami + dalam dakapan suami, boleh membuatkan hati suaminya luluh.


Jika isteri sudah wangi sebelum tidur dengan rambutnya yang beraroma segar, suami pasti akan mencium rambutnya, dahinya dan juga pipinya. Bila ini berlaku, isteri juga akan mencium suaminya. Bukankah itu dapat menghalang suami dari mencari aroma baru di luar rumah?????

3. Fadhilat mencium isteri.
Mencium isteri juga merupakan ibadah. Islam memandang tindakan tersebut sebagai satu perkara yang baik, bahkan dapat memberikan pahala kepada suami.


Isteri pasti akan gembira apabila mereka selalu dicium oleh suami mereka. Hati yang gundah, bisa menjadi bahagia. Gelap kesedihan, bisa menjadi cerah dengan keriangan. Dilihat kepada Nabi, siri tauladan ini menjadi amalan harian Nabi SAW dikala bersama Isteri.

Tindakan Nabi itu tidak pernah diabaikan, hatta dalam bulan ramadhan sekalipun. Aisyah R.Ha ada meriwayatkan hadis:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ فِي رَمَضَانَ وَهُوَ صَائِمٌ

Maksudnya;
“Rasulullah SAW sentiasa mencium aku dalam bulan Ramadhan, ketika itu Baginda SAW sedang berpuasa”

Hadis ini amat nyata lagi jelas, Nabi SAW tetap juga memberikan kasih sayang baginda kepada isteri tanpa mengira waktu.

Suami pula harus sedar yang dirinya juga harus berada dalam keadaan yang selesa dan wangi setiap kali hendak mencium isteri. Tabiat suka mencium isteri janganlah di pandang ringan, kerana Nabi juga mengamalkannya. Mengapa?

Kerana cium itu tandanya sayang. Tapi kalau seorang isteri terlalu ego dan tidak membenarkan suaminya sendiri menciumnya… juga jangan terperanjat kalau suami masing-masing melepaskan rasa kasih sayang terhadap wanita lain yang lebih menghargai kasih sayang suaminya itu.

Hendak mencari lelaki yang pemarah memang ramai di luar sana, tapi hendak mencari lelaki penyayang… mungkin 1 dalam 100. Dengan keadaan lelaki yang semakin sedikit bilangannya di dunia ini… cubalah bayangkan.

Jadi jika anda sudah berkahwin dan memiliki suami yang suka mencium anda dan anak-anak anda, syukur alhamdulillah. Jika anda belum berkahwin TETAPI MENYEDARI bakal suami anda itu suka mencium orang yang mereka kasihi, tahniah dan bersyukurlah kepada Tuhan kerana anda bakal dikurniakan suami yang penyayang. Logiknya tanyalah pada diri sendiri… adakah anda ingin suami anda mencium anda ataupun perempuan lain di luar sana?????

Untuk para suami pula, jika anda adalah tergolong dalam suami yang rajin mencium isteri, syabas diucapkan. Memang harus anda berbuat begitu kerana rasa sayang pada isteri anda akan bertambah dari hari ke sehari.

Bayangkan setiap hari anda mencium isteri anda… sebelum kerja, anda menciumnya… pulang kerja pun anda menciumnya. Malah sewaktu isteri anda memasak di dapur pun, anda rangkul isteri anda dari belakang lalu menciumnya serta berkata… “saya sayang awak… dan terima kasih kerana menyediakan masakan untuk hari ini”

Di situlah datangnya bahagia ~~~




Tuesday, August 14, 2012

10 Sikap Yang Dicela Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

SYEIKH Abdul Kadir Abdul Mutalib dalam buku tasauf Penawar Bagi Hati menjelaskan mengenai sepuluh celaan Allah kepada manusia akibat dari kelakuan dan tabiat manusia sendiri ketika menempuh kehidupan seharian.

Sepuluh celaan itu berdasarkan sepuluh sikap yang lazim dilakukan manusia iaitu:

1. Gelojoh ketika makan
Dalam erti kata lain, seseorang yang kuat dan tidak bersopan ketika makan. Sikap ini juga meliputi maksud makan terlalu kenyang, menyediakan makanan dalam jumlah yang berlebihan, yang akhirnya membawa kepada pembaziran.

2. Banyak bercakap
Allah mencela manusia yang suka bercakap perkara yang sia-sia, fitnah memfitnah, umpat keji dan kata mengata kerana semua jenis percakapan itu menjurus kepada permusuhan dan perbalahan sesama manusia.

3. Suka marah-marah
Kemarahan boleh membuat seseorang itu bertindak di luar batas kemanusiaan. Perbuatan marah akan diikuti dengan maki hamun, mengherdik dan perkelahian yang boleh mengakibatkan kecederaan atau pembunuhan.

4. Hasad dengki
Seseorang yang bersifat dengki sanggup melakukan apa saja dalam bentuk kejahatan atau jenayah. Perbuatan menipu dan sanggup memusnah hidup orang lain adalah antara sifat keji yang lahir dari perasaan hasad dengki. Rasulullah bersabda: ‘Dengki itu memakan segala kebaikan’ (riwayat Muslim).

5. Kedekut
Rezeki yang Allah kurniakan lebih suka disimpan hingga bertimbun banyaknya. Sifat kedekut menghijab (menutup) seseorang dari membelanjakan sebahagian dari hartanya ke jalan kebaikan termasuk menderma, membuat kebajikan ke jalan Allah dan membantu orang yang memerlukan.

6. Bermegah-megah
Ia termasuk sikap suka status atau jawatan, gelaran dan menerima sanjungan.

7. Cintakan dunia
Terlalu menghambakan diri kepada perkara duniawi hingga melupakan tuntutan ukhrawi. Rasulullah bersabda: “Bekerjalah kamu di dunia seolah-olah kamu akan hidup seribu tahun, dan beramallah kamu untuk akhirat seolah-olah kamu akan mati esok hari.”
(riwayat Bukhari dan Muslim).

8. Ego atau sombong
Sifat membuat seseorang merasakan dirinya mempunyai kelebihan dalam banyak perkara dari orang lain hingga mereka lupa bahawa hanya Allah saja yang bersifat maha besar.

9. Ujub dan suka bangga diri
Perbuatan ini ada unsur megah dan sombong dengan kelebihan dan kepandaian yang dikurniakan Allah. Rasa bersyukur tidak ada lagi dalam diri kerana telah diselaputi perasaan ego.

10. Gemarkan pujian atau riak
Manusia jenis ini suka meminta dipuji dalam setiap perkara yang dilakukan. Sikap baiknya, jasa dan baktinya mahu dikenang sampai bila-bila. Ini jelas membayangkan bahawa sikap baiknya selama ini, tidak diiringi dengan kejujuran dan keikhlasan.

Sepuluh sikap yang dicela Allah ini, jika diamalkan, akan termasuk dalam kategori melakukan dosa besar.

3 Tingkatan Puasa


Imam al-Ghazali telah menukil di dalam kitabnya ” Ihya’ Ulumiddin” di mana bagi orang berpuasa ada 3 tingkatannya yang menggambarkan tentang keadaan puasa dan kedudukannya iaitu :

Pertama : Puasa Umum
Ia ditunaikan orang orang awam setakat berpuasa dalam menahan perut dan kemaluan daripada memenuhi nafsu syahwat sedangkan anggotanya yang lain tidak dikawal sebaiknya daripada melakukan maksiat terhadap Allah

Kedua : Puasa Khusus
Ia ditunaikan dengan turut mengawal pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan seluruh anggota lain daripada melakukan maksiat terhadap Allah tetapi hatinya masih belum dapat sepenuhnya daripada niat yang melalaikan diri dalam mengingati Allah.

Ketiga : Puasa khusus al-Khusus
Ia adalah puasa yang paling sempurna dan mesti diusahakan dalam mencapainya di mana pada tahap ini maka hati turut dikawal daripada keinginan yang buruk dan daripada memikirkan sesuatu selain Allah secara mutlak. Malah kedudukan puasa pada tahap ini terbatal dengan memikirkan sesuatu perkara selain Allah dan akhirat serta memikirkan urusan dunia yang bukan bertujuan agama. Tahap puasa ini dinikmati oleh para nabi, siddiqin, muqarrabin di mana ia sukar digambarkan melalui perkataan tetapi boleh dilaksanakan dengan amalan

Wednesday, August 8, 2012

Umrah DiBulan Ramadan

Wahai saudaraku yang sedang berpuasa, ada sebahagian orang yang bersemangat untuk menunaikan umrah di Bulan Ramadhan. Tidak diragukan lagi bahwa amalan tersebut memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana sabda nabi :

“Umrah di Bulan Ramadhan itu sama nilainya dengan haji bersamaku” (Muttafaq ‘Alaih)

Namun apa yg ingin disampaikan, dimana sebahagian orang yang menunaikan umrah melakukannya:

1. Sebahagian orang ada yang menunaikan umrah di Bulan Ramadhan dan ia meninggalkan anak-anak serta keluarganya tanpa ada rasa tanggung jawab dan perhatian. Hal ini jelas tidak dibenarkan. Perkara yang disunnahkan tidak didahulukan atas perkara yang wajib.

2. Sebagian orang ada yang membawa keluarga dan anak-anaknya ke Masjidil Haram. Ini adalah sesuatu yang baik, akan tetapi ia menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam Masjidil Haram sedang anak-anaknya keliling di pasar atau bermain-main di gedung perumahan. Sedang sang ayah tidak berkumpul dengan mereka lagi kecuali di saat buka puasa atau sahur. Adapun waktu lainnya sama sekali tidak ia ketahui apa yang mereka lakukan. Karena itu agar anda tidak terjatuh dalam hal ini, maka barhati-hatilah dan agar anda memperhatikan/mementingkan segala sisi dan tidak meninggalkan satu sisi yang bisa jadi lebih penting.