My Scrapbook: December 2012

Friday, December 28, 2012

10 Surah dapat Menghalang daripada 10 ujian Besar Allah.

1- Surah Al-Fatihah ...dapat memadam kemurkaan Allah SWT.
2- Surah Yasin dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat.
3- Surah Dukhan dapat membantu kita ketika menghadapi ujian Allah SWT pada hari kiamat.
4- Surah Al-Waqiah dapat melindungi kita daripada ditimpa kesusahan atau fakir.
5- Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di dalam kubur.
6- Surah Al-Kauthar dapat merelaikan segala perbalahan.
7- Surah Al-Kafirun dapat menghalang kita daripada menjadi kafir ketika menghadapi kematian.
8- Surah Al-Ikhlas dapat melindungi kita daripada menjadi golongan munafiq.
9- Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki.
10- Surah An-Nas dapat melindungi kita daripada ditimpa penyakit was-was.

10 Jenis Air Mata

1- Air Mata yang paling hebat adalah Air Mata Kemenangan.

2-Air Mata yang tidak berdosa adalah Air Mata Kanak-kanak.

3- Air Mata yang amat memberi kesan adalah Air Mata Taubat.

4- Air Mata yang paling melemahkan adalah Air Mata Wanita.

5- Air Mata yang paling Indah adalah Air Mata Kemaafan.

6- Air Mata yang Sedih adalah Air Mata memberi kelapangan.

7- Air Mata yang memberi Kebahagiaan adalah Air Mata Kejayaan.

8- Air Mata yang paling amat menduga adalah Air Mata Kesakitan.

9- Air Mata yang paling memberi Pengajaran adalah Air Mata Penyesalan.

10- Air Mata yang paling menipu adalah Air Mata Buaya.

Thursday, December 27, 2012

Ikan Siakap Stim

Hari ni hujan lebat kt opis..paham je la bila camtu jln mulalah sesak..nak sampai puduraya pun dah lmbt..so naik bas lambat sampai rumah pun agak lambat la. Bahan mentah kt rumah pun byk yg tk de so mlm ni mkn ikan stim dgn nasi putih je la...ringkas & senang nk buat..

Bahan2 :
1 ekor ikan siakap (nk ikan lain pun terpulang la)
1 atau 2 batang serai
4-5 biji cili api (nk pedas boh la lebih kan)
2 inci halia
4 ulas bawang putih
1 biji tomato (tk nak pun tk per..guna nenas pun sedap juga)
1 tangkai daun ketumbar (td guna daun sup je pun..)
2 sudu sos ikan (kalau tk de guna sos tiram pun ok)
1/2 - 1 cawan air
1-2 biji limau nipis atau lemon (ambil jusnya)
lada sulah, gula & garam secukup rasa

Cara masak :
1. Panaskan periuk pengukus. Lumurkan ikan dgn garam dan gula. letak dlm loyang. Masukkan halia, bawang putih & serai yang telah di cincang atau tumbuk serta cili api.
2. Masukan air, sos ikan dan lada sulah. masak ikan selama 15 minit. Lepas itu masukan tomato, daun sup dan jus limau. Masak lg 5 minit.
3. Dah pun siap...

Tuesday, December 25, 2012

Mertabak Lipat

Resepi ni diambik dr blog Chef Mat Gebu..tp dah adjust sket ikut bahan yg available kt rumah..senang nk buat & sedap..sesuai la nk makan ptg2..dgn teh panas..sambil lepak2 dgn famili..

Bahan2:
5 keping instant prata (jenama apa tu ikut suka la kan)
5 biji telur
1 bawang holland / bawang biasa (saiz agak besar & potong dadu)
5 tangkai daun sup (hiris halus)

Untuk Inti :
200gm daging kisar (nk guna ayam kisar pun boleh)
3 ulas bawang putih  }
1 inci halia                } tumbuk halus
1 camca besar rempah kari daging
1 atau 2 cili merah (dadu)
3/4 cawan air
gula, garam & lada hitam secukup rasa

Cara memasak :
Inti : Panaskan minyak, tumis bahan tumbuk hingga harum. Masuk rempah & air. Tambah daging, cili, lada hitam, gula & garam. Masak hingga kering. Sejukkan
Mertabak : Masak roti prata (ikut arahan kt paket tu la..). Campurkan daun sup, bawang dgn bahan inti. Sebab ada 5 keping so bahagikan 5 bhgn la. Panaskan pan, letak minyak sikit, ambik 1 bhgn inti dan pecahkan 1 telur. Kacau dan tuang dlm pan. Ratakan sket, masak dgn api sederhana hingga 3/4 masak. Letakkan roti prata, biar masak sekejap lepas tu terbalikkan. Bila dah masak angkat dan lipatkan.  

Monday, December 24, 2012

11 Sifat yang diCintai Oleh Allah SWT

1- Bertaubat.

2- Membuang segala yang tercela.

3- Ihsan.

4- Bertaqwa.

5- Bersabar.

6- Bertawakkal.

7- Saksama dan adil.

8- Berjuang menegakkan agama Allah SWT.

9- Tawaduk dan berkasih mesra sesama orang mukmin.

10- Tegas keatas orang kafir.

11- Berjihad di Jalan Allah SWT tanpa menghiraukan segala celaan.

Kitab Mukmin Sukses-Pemantapan Jati Diri .

10 Bisikan Agama Islam Melengkapkan Kehidupan

1-Jangan kamu memotong percakapan seseorang,berilah peluang kepada orang lain memberi pandangan sehingga lengkap.

2-Berusahalah mencari faedah dari setiap pendapat orang lain sebelum kamu memberi sesuatu jawapan.

3-Jangan kamu berdengki dengan pandangan orang lain, tunjukkan penumpuan anda dengan apa yang mereka cakapkan, walaupun anda tidak berminat dengan tajuk yang mereka pertengahkan.

4-Bercakaplah secara terbuka, serulah manusia mengikut kemampuan fikiran mereka dan jauhilah dengan percakapan yang tidak memberi kesenangan kepada mereka.

5-Sebaik percakapan adalah percakapan yang sedikit, jangan terlalu panjang sehingga menjemukan dan jangan bercakap dengan sesuatu yang memberi faedah atau tidak memberi pengajaran kepada mereka.

6-Bercakaplah dengan penuh peradaban dengan ahli-ahli Ilmu, pilihlah masa yang sesuai, janganlah bercakap terlalu banyak kerana mereka mempunyai pekerjaan yang lebih penting.

7-Hampirkanlah diri semasa bercakap dengan seseorang, berbincanglah dengan seseorang tanpa menolak pendapat orang lain.

8-Lembutkan percakapan anda, janganlah bersikap kasar kerana dengan kelembutan membolehkan mereka menerima pendapat anda.

9-Pilihlah sebaik-baik gaya bahasa, Jangan sesekali-kali melukakan hatu seseorang.

10-Jika kamu jemu berbual dan merasakan tiada faedah berbuat demikian,Rasulullah SAWtelah bersabda: maksudnya: Sesungguhnya pemimpin keluarga akan berada dalam Syurga apabila mengalah di dalam sesuatu perkara, sedangkan dia sebenarnya pada pihak yang benar.

19 Sunnah Rasulullah SAW yang dilupakan

Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu
Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.

Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

4. Shalat Istikharah
Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)

Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana
Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`
Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.

10. Mengikuti Bacaan Muadzin
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)

11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan ShafPertama.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu
Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

13. Meruqyah Diri Dan Keluarga
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

14. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

15. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim)

16. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

18. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat
Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”

Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.

19. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)

Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.

Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan karya Syaikh Abdul Malik Bin Muhammad Bin Abdurrahman Al-Qasim



10 JENIS ORANG ISLAM YANG KEJAM

Sufyan Atsauri berkata: “Sepuluh macam daripada kekejaman ialah:

1. Seorang yang berdoa untuk dirinya sendiri, dan tidak mendoakan untuk anak-anaknya dan kaum mukmin.

2. Seorang yang pandai membaca Al-Quran, tetapi tiap harinya tidak membaca seratus ayat.

3. Seorang yang masuk masjid lalu keluar dan tidak sembahyang dua rakaat.

4. Seorang yang berjalan melalui kuburan kemudian tidak memberi salam dan mendoakan ahli kubur.

5. Seorang yang sampai di suatu kota pada hari Jumaat kemudian tidak sembahyang jemaah.

6. Seorang yang di daerahnya didatangi oleh seorang alim, tiba-tiba tidak mahu belajar apa-apa daripadanya.

7. Dua orang yang bertemu di perjalanan dan masing-masing tidak menanyakan nama kawannya itu.

8. Seorang diundang pada jamuan tiba-tiba tidak datang.

9. Pemuda yang tidak ada kerja dan tidak mahu belajar ilmu dan kesopanan.

10. Seorang yang kenyang sedang dia tahu bahawa tetangganya lapar, tetapi tidak diberi dari makanannya itu

Tuesday, December 11, 2012

Exclusive

 
Author: BROWN Sandra
Publisher: Warner Books

Barrie Travis is a damn good reporter stuck at a low-budget television station when the First lady call her... and offers her the opportunity of a lifetime. Stunned by the loss of her infant son, the president's wife hints he may have been murdered. Barrie sets out to find the truth, fighting for the exclusive story with the help of Gray Bondurant, a mysterious former presidential aide. But their scoop is about to test her ethics, patriotism, and courage. For Barrie unearths White House secrets that, if exposed, could topple the presidency. And now, certain powerful parties want nothing more than to see the scandalous past - and a certain young reporter - dead and buried.

Baju Melayu Hijau Serindit

 
Author: SYUD Syud
Publisher: Jemari Seni

Dia ibarat seperti orang yang sedang berjalan di lantai dapur selepas ada pinggan pecah...harus berhati-hati dia, kerana kaca yang tidak nampak dek mata itu boleh memulakan kakinya.

Hidup seorang Wardah senang sahaja. Dia bersyukur kerana dia tidak pernah menghadapi situasi yang sukar (setakat inilah).

Hidupnya menjadi drama apabila mama mula campur tangan. Dia tidak mahu jadi anak tak dengar kata. Jadi harus bagaimana dia untuk menghalang rancangan 'menjadi jodoh' mama itu?

'Mama janganlah libatkan Ilham. Biarlah lelaki itu nak pilih suka siapa pun."

Dia bukanlah lelaki yang mudah jatuh cinta;namun tak ramai yang percaya akan hal itu. Dulu, hatinya juga pernah 'hilang' daripada dirinya.Sekali. Tak ramai yang tahu tentang itu!

"Apa yang I dapat kalau I tolong you?" "You dapat jadi boyfriend I".

Tapi apabila dia betul-betul jatuh hati pada seseorang, orang itu pun tak nak percaya. Sedihlah

Dari Milan Ke Maran

 
Author: NORHAYATI Berahim
Publisher: NB Kara

"Kau mengkaji mafia?"
"Dulu aku pernah berangan nak jadi mafia tau."
Kah kah kah… Di malam yang sudah hampir mencecah pagi itu, kedengaran suara Sharmin ketawa terbahak-bahak. Geli hati sungguh dia membayangkan Moon menjadi mafia.
"Kurang ajar! Asal kau ketawakan aku?"
"Lawaklah. Tengok kau punya jalan pun aku rasa mafia dah tendang kau!"
Sharmin terus-terusan ketawa. Moon hanya menelan ludah. Mahu dimarah Sharmin, dia juga yang bersalah. Berangan yang bukan-bukan.
"Sudahlah. Ketawa macam orang gila saja."
Moon separuh merajuk. Sekali lagi rambutnya yang terjuntai dikuisnya sambil menghirup teh yang semakin sejuk.
"Kalau tak silap aku, mafia diambil daripada perkataan mafioso; iaitu peria terhormat, kan maksudnya?"
"Ya."
"Tapi, kau tu lelaki ke?"
Mata Moon terbeliak. Geram dan dadanya seperti dihentak dengan belati yang keras dek ucapan mulut Sharmin yang maha tajam.
Mendadak dia mentafsir dirinya sendiri!

4 Wanita Dalam Syurga & 4 Wanita Dalam Neraka

Empat Wanita Dalam Surga :

(1) Wanita yang menjaga diri dari berbuat haram, berbakti pada Allah swt, Rasul dan suaminya.

(2) Wanita yang menerima dengan senang hati keadaan serba kekurangan dengan suaminya dan banyak keturunannya serta penyabar.

(3) Wanita yang bersifat pemalu dan bila suaminya pergi ia menjaga diri dan harta suaminya dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perbuatan yang tidak layak.

(4) Wanita yang ditinggal mati suaminya dan mempunyai anak masih kecil lalu menahan dirinya untuk kawin lagi kerana ingin mengurus anak-anak dan mendidik serta memperlakukannya dengan baik, dan bersedia kawin lagi kerana khuatir anaknya akan sia-sia / terlantar.


Empat Wanita Dalam Neraka ( kecuali telah bertobat) :

(1) Wanita yang mulutnya jelek pada suaminya dan jika suaminya pergi ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya datang ia memaki / memarahinya.

(2) Wanita yang memaksa suaminya membeli apa yang suaminya tidak mampu.

(3) Wanita yang tidak menutupi dirinya dari laki-laki lain dan keluar rumah dengan menampakkan perhiasan dan kecantikannya untuk menarik perhatian laki-laki lain.

(4) Wanita yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur serta tidak berbakti pada Allah swt dan suaminya...

MENGUAP SENJATA SYAITAN

Salah satu perkara yang sering menganggu kita adalah rasa mengantuk. Menguap adalah salah satu petanda seseorang mengantuk. Tetapi jarang sekali kita terfikir bahawa menguap adalah salah satu daripada gangguan syaitan yang menginginkan kita lalai dengan perintah dan tanggungjawap yang telah diamanahkan Allah.

Tip drp junjungan Nabi Muhammad s.a.w untuk menangani gangguan syaitan ketika "MENGANTUK" yang menyerang melalui senjatanya "MENGUAP"

1. Menahan menguap sekadar mampu
"Sabda Nabi s.a.w yg bermaksud "Apabila salah seorang daripada kalian menguap dalam solatnya, hendaklah ia berusaha menahan menguapnya sedapa mampu kerana ia boleh menyebabkan syaitan masuk". (HR Muslim)

2. Menutup mulut dengan tangan ketika menguap
Hendaklah kita menutup mulut (sama ada dengan tangan kiri atau kanan, depan atau belakang, kerana Nabi s.a.w tidak menetapkan mana-mana bahagian). Drpd Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Jika seseorang daripada kalian menguap, maka tutuplah mulut dengan tangannya kerana sesungguhnya syaitan masuk (kedalam mulut yang terbuka)". (HR Muslim)

3. Elakkan mengeluarkan bunyi ketika menguap

KELEBIHAN MENGHADIRI MAJLIS ILMU

Telah berkata Al-Fakih Abu Laits As-Samarqandi di dalam kitab Tanbihul Ghafilin:
"Barangsiapa datang kepada orang alim lalu hadir dalam majlisnya serta tidak mampu mengingati atau menghafal pelajaran tersebut maka baginya 7 macam kemuliaan":

1- Dia akan mendapat kemuliaan orang-orang yang belajar agama.

2-Selama dia duduk di dalam majlis tersebut, dia akan tertahan daripada berbuat dosa dan kesalahan.

3- Apabila dia keluar daripada rumahnya turun rahmat ke atasnya.

4- Apabila duduk dia di sisi orang alim tersebut maka turun rahmat ke atas penuntut-penuntut ilmu, maka menimpa dia juga dengan berkat majlis tersebut.

5- Selama dia mendengar ilmu tersebut nescaya dituliskan baginya kebajikan.

6- Malaikat menaung ke atas mereka dengan sayap-sayapnya kerana redha dengan majlis tersebut padahal dia ada di dalamnya.

7- Tiap-tiap kali kakinya melangkah dikifaratkan segala dosa-dosanya dan dinaikkan beberapa darjat dan ditambah segala kebajikan.

6 Penyakit umat Islam di akhir zaman

1-Terlalu seronok.

2- Terlalu mewah.

3- Terlalu mengejar dunia.

4- Cepat marah.

5- Tipu didalam perniagaan.

6- Berhasad dengki.

Jangan terlalu susah hati dengan urusan dunia.

Jangan terlalu susah hati dengan urusan dunia. Akhirat itu lebih utama dan hidup di sana lebih lama dan kekal selamanya
Jangan sengaja lewatkan solat. Perbuatan ini Allah tidak suka. Kalau tertidur lain cerita.

Jangan tidur selepas solat Subuh, nanti rezeki mahal(kerana berpagi-pagi itu membuka pintu berkat).

Jangan makan tanpa membaca BISMILLAH dan doa makan. Nanti rezeki kita dikongsi syaitan.

Jangan keluar rumah tanpa niat untuk membuat kebaikan. Takut-takut kita mati dalam perjalanan.

Jangan biarkan mata liar di perjalanan. Nanti hati kita gelap diselaputi dosa.

Jangan menangguh taubat bila berbuat dosa kerana mati boleh datang bila-bila masa.

Jangan ego untuk meminta maaf pada ibu bapa dan sesama manusia kalau memang kita bersalah..

Jangan mengumpat sesama rakan taulan. Nanti rosak persahabatan kita hilang bahagia.

Jangan lupa bergantung kepada ALLAH dalam setiap kerja kita. Nanti kita sombong apabila berjaya. Kalau gagal kecewa pula.

Jangan bakhil untuk bersedekah. Sedekah itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki kita.

Jangan banyak ketawa. Nanti mati jiwa.

Jangan biasakan berbohong, kerana ia adalah ciri-ciri munafik dan menghilangkan kasih orang kepada kita.

Jangan suka menganiaya manusia atau haiwan. Doa makhluk yang teraniaya cepat dimakbulkan ALLAH.

Jangan mempertikaikan kenapa ISLAM itu berkata JANGAN. Sebab semuanya untuk keselamatan kita. ALLAH lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba ciptaanNya.

Solat Dhuha

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Berkata Abu Murrah Ath-Tha’ifi r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda : Allah telah berfirman:

“Wahai anak Adam! Bersembahyanglah untuk Aku di awal pagi, niscaya Aku akan mencukupimu di akhirnya.” (Riwayat Ahmad)

Hadis Qudsi ini menganjurkan kita mengerjakan Solat Dhuha yang mana antara faedahnya, Allah Ta’ala memberi jaminan akan melaksanakan segala keperluan-keperluan keduniaan manusia setiap hari.

Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah SAW sendiri ialah solat sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya:

“Kekasihku Rasullullah SAW telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat solat Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan”
(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain Rasullullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :

“Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha .”
(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab “An-Nurain” sabda Rasullullah SAW yang maksudnya :

“Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.”

Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya :

“Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.”
(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata:

“Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas”
(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai se-penggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita’khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.

Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bermaksud :”Adalah Nabi SAW bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehedakinya.” (Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)

Dalam sebuah hadis yang lain Nabi SAW bersabda bermaksud : ” Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikan nya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,” (Riwayat At-Thabarani ).




Monday, December 3, 2012

Tanda-tanda Di saat Kematian Orang Islam

Bertaubat sebelum tiba saat kematian
Setiap manusia yang dilahirkan di dunia ini, cepat atau lambat pasti akan mengalami suatu proses berpisahnya roh dengan jasad. Dalam bahasa agama, proses tersebut dinamakan proses kematian. Seseorang yang meninggal dunia akan meninggalkan segala apa yang dimilikinya, baik isterinya, suaminya, anaknya, orang tuanya, kekasihnya, pekerjaannya, hartanya atau keinginan dan cita-citanya di masa depan.

Tanda-tanda kematian ini terbahagi kepada beberapa keadaan :

Tanda 100 hari sebelum hari kematian.

Ini adalah tanda pertama dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hambaNya dan hanya akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakiNya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar.

i) Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih di mana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka sedar serta berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati.

ii) Selanjutnya maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian. Tanda ini akan lenyap begitu saja. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari sebelum hari kematian

i) Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut - denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arasy Allah S.W.T. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persiapan ke atas kita. Antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang waktu.

iii) Malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabut.

Tanda 5 hingga 7 hari sebelum hari kematian.

i) Anak lidah bergerak-gerak.

ii) Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba hanya berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

i) Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu di antara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dirasa maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.

ii) Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit, hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dirasa jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu di mana bagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda akhir

i) Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat, akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum.

ii) Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah, berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah S.W.T yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Baginda Rasullullah S.A.W bersabda:

"Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."

`"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilingnya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail.

“Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail akan menebarkan sayap di sebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilingnya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.”