My Scrapbook
SweetMuslimah.com

Wednesday, September 12, 2012

4 Jenis Bisikan Hati

1. Bisikan pertama dinamakan khatir خاطر (bisikan hati ),datang daripada Allah SWT yang dipenuhi dengan kebaikan dan ianya adalah hujjah untuk kita.

2. Bisikan hati yang biasa diterima oleh manusia.

3. Bisikan daripada Malaikat Mulhin, bisikan membawa kebaikan,ianya adalah penasihat kepada kita yang boleh dipanggil juga إرشاد.

4. Bisikan syaitan yang dinamakan waswasah خاطر النفس merupakan keburukan yang menghalang kebaikan dan menyesatkan.

Wasiat Imam Ghazali.

Ciri-ciri hati yang sihat

Pertama : Jika ia tertinggal wiridnya dari Al-Quran atau zikrullah, atau suatu peribadatan lainnya, maka ia merasakan sakit yang tiada terperi melebihi sakit orang yang tamak dan kikir ketika kehilangan barang kesayangannya.

Kedua : Ia sentiasa merindui untuk mengabdikan diri di jalan Allah seperti rindunya seseorang kepada orang yang amat disayangi.

Ketiga : Tujuan hidupnya hanya satu, iaitu taat kepada Allah SWT

Keempat : Bila ia sedang melakukan solat, maka hilanglah semua kegundahannya pada kenikmatan dunia yang sementara. Di dalam solat telah ia temukan kenikmatan dan kesejukan jiwa yang suci.

Kelima : Sangat menghargai waktu dan tidak mensia-siakannya, melebihi rasa kekhuatiran orang bakhil menjaga hartanya.

Keenam : Tidak pernah terputus dan malas dalam mengingati Allah.

Ketujuh : Lebih mengutamakan pada pencapaian kualiti atas suatu amalan perbuatan daripada kuantitinya. Lebih cenderung kepada keikhlasan beribadat.

Empat jenis racun hati
Pertama: Berlebihan dalam berbicara
Kedua:Berlebihan dalam memandang
Ketiga: Berlebihan dalam makan
Keempat: Berlebihan dalam bergaul

Thursday, September 6, 2012

Kedudukan Shalat Dalam Islam

Shalat dalam agama Islam memiliki kedudukan yang sangat tinggi, hal ini bisa disimpulkan bila kita mencermati nash-nash Al Qur’an maupun As Sunnah. Di antaranya sebagai berikut:

1. Mendirikan shalat adalah tanda sebenar-benarnya orang mu’min. Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama “Allah” gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan kepada Rabb-Nya mereka bertawakkal. Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizqi yang Kami berikan kepada mereka.” (Al Anfal: 2-3)

2. Shalat merupakan Rukun Islam yang ke dua. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله،

وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ

“Islam dibangun di atas lima (rukun): Syahadat Laa Ilaaha Illallahu Muhammadur-Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, shaum Ramadhan dan berhaji ke Baitullah (Makkah).”

(Muttafaqun ‘Alaihi)

3. Shalat merupakan tiang agama. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ ، وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ، وَذَرْوَةُ سَنَامِهِ الجِهَادُ

“Kepala dari seluruh perkara (agama) adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.”

(HR. At Tirmidzi, dihasankan oleh As Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 2/138)

4. Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat dan sebagai tolok ukur dari seluruh amal ibadah yang lainnya.Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Pertama kali yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat, jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya, dan jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalannya.”

(HR. Thabrani, Ash Shahihah 3/346 karya Asy Syaikh Al Albani)

5. Turunnya perintah shalat tanpa melalui perantara Malaikat Jibril, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri menerima langsung dari Allah subhanahu wata’ala di atas langit yang ke tujuh.

Shalat Perintah Agung Dari Allah subhanahu wata’ala

Allah subhanahu wata’ala menyebutkan secara tegas di dalam Al Qur’an tentang kewajiban shalat. Diantaranya firman Allah subhanahu wata’ala :

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (Al Baqarah: 43)

“Padahal mereka tidaklah disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al Bayyinah: 5)

Al Imam Al Bukhari dan Al Imam Muslim keduanya meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu anhu, bahwasanya pada suatu malam ketika Nabi shalallahu alaihi wasallam berada di rumah Ummu Hani’ di Makkah, malaikat Jibril alaihis salam datang menjemput beliau shalallahu alaihi wasallam untuk menghadap Allah subhanahu wata’ala. Keduanya mengendarai seekor Buraq, yang lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal (peranakan kuda dengan keledai), yang langkah kakinya sejauh mata memandang.

Kemudian Jibril membawa beliau menuju langit ke tujuh. Setiap kali melewati lapisan langit, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bertemu dengan para rasul dan nabi. Sampai akhirnya beliau tiba di Sidratul Muntaha yang tidak ada satu makhlukpun yang mampu menggambarkan keindahannya. Di tempat inilah beliau shalallahu alaihi wasallam menerima perintah shalat lima waktu. Peristiwa ini dikenal dengan istilah Isra’ Mi’raj.

Bahkan Ummu Salamah meriwayatkan bahwa wasiat terakhir dari Rasulullah menjelang wafatnya, beliau shalallahu alaihi wasallam berkata: “Ash Shalatu, Ash Shalatu.” Dalam riwayat yang lain: “Bertakwalah kalian kepada Allah dengan shalat.”

Thursday, August 30, 2012

Oki (MIA)

Hari ni genap 2 minggu Oki hilang..sebelum ni umi malas nak masukkan entry dlm blog ni sebab sedih sangat dgn kehilangan dia..baru sekarang ada sedikit kekuatan utk bercerita pasal Oki..tiap malam sebelum tido umi tgk gambar2 Oki dlm handphone umi..tu yg buat lg sedih tu..walaupun orang lain happy sambut raya tp tahun ni la umi rasa raya yang paling tk meriah, dahlah ayah kesayangan telah pergi menemui Ilahi bulan May yang lalu, bertambah pulak dgn kehilangan Oki dan Etot pulak asyik demam saja..Umi kt kampung pun tk senang hati, risau je rasanya..anyway, camna hilang tu biarlan umi simpan saja sebab tk nak nanti ada dendam pulak kt org lain..tk de rezeki umi nk jaga Oki sampai besar agaknya..6 bulan saja Oki bersama umi tp 6 bulan tu umi happy sgt..bersesuaian betul dgn maksud nama Oki (hiroki) tu sendiri..
 
Dalam tempoh ni hampir setiap hari abah pergi cari Oki kt sana..tp bayang2 Oki pun tk nampak..walaupun abah nampak cool aja tp umi tahu abah pun mesti terasa kehilangan Oki, kalau tak takan la dia sanggup pergi cari Oki tiap hari bila ada kelapangan..teringat dulu masa mula2 umi bawa balik Oki, abah macam tk berapa suka tapi lama kelamaan abah yg lebih banyak main dgn Oki..tiap malam Oki mesti dtg kt abah suruh abah gomol2 dia..hehe..kelakar sangat..terjerit2 si Oki tp bila dah berenti, dia sendiri yg tarik2 tangan abah nak suruh buatkan lagi..rindunya umi pada Oki..terbayang2 wajah Oki bila datang kejut umi bangun tiap pagi..Oki akan 'landing' atas dada umi dan pandang tepat ke muka umi..harapan umi ada la insan mulia lain yg terjumpa dgn Oki dan jaga Oki baik2. Apa yng buat umi paling risau sebab Oki takut sgt dgn org lain..selalu pun  kalau ada sesiapa dtg kt pagar rumah pun Oki dah menyorok bawah katil..itu belum kira org masuk rumah lagi..entah macam mana la Oki nak makan or survive..hmm..namun, umi selalu doa, kalau Oki lebih baik tanpa umi, umi relakan tp kalau tak umi harap Allah akan pulangkan Oki pada umi..InsyaAllah
 
Okla tk sanggup dah umi nk bercerita panjang pasal Oki..dah tergenang airmata umi ni..Kini hanya kenangan dan gambar2 Oki yg akan umi simpan sepanjang hayat Umi. Umi pohon semoga Allah akan memelihara Oki dgn sebaiknya. Ameen...
 
 

Thursday, August 16, 2012

10 Malam Terakhir Ramadan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jadikan 10 malam terakhir di bulan ramadan sebagai malam untuk mengumpulkan sebanyak pahala. Semoga kita dapat bertemu dgn Malam Lailatulqadar..setiap orang muslim pasti ingin bertemu dengan malam lailatulqadar itu..kerana malam itulah mukjizat Allah S.W.T iaitu Al-Quran diturunkan..dan malam itu lebih baik dari 1000 bulan..

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadr:1-5)

اِلْتَمِسُوْهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ (يَعْنِي لَيْلَةَ القَدْرِ) فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ البَوَاقِي

“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika salah seorang di antara kalian tidak mampu atau lemah maka jangan sampai terluput dari tujuh hari sisanya.” (HR. Muslim no.1165)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa shalat malam/tarawih (bertepatan) pada malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhariy 38 dan Muslim no.760)

Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Diriwayatkan dari ‘A`isyah, dia berkata: Aku bertanya: Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tahu kapan Lailatul Qadr (terjadi), apa yang harus aku ucapkan? Beliau menjawab: “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. At-Tirmidziy 3760 dan Ibnu Majah 3850, sanadnya shahih)

Tanda-tandanya
Dari Ubaiy, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Pagi hari malam Lailatul Qadr, matahari terbit tidak ada sinar yang menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR. Muslim no.762) Dan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Malam Lailatul Qadr adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, dan keesokan harinya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisiy 349, Ibnu Khuzaimah 3/231 dan Al-Bazzar 1/486, sanadnya hasan)

Ciri-ciri Lailatul Qodr
Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :

Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :

Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)

Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :

1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)

3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)

4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)

Perbedaan Waktu Antara Negara
Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).

Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)

Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)

Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.

Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”

Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah ”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)

Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.

Antara amalan yang dilakukan Rasululah SAW dan para sahabat pada malam-malam terakhir Ramadhan ialah:
• Mandi, berpakaian cantik dan berwangi-wangian.
• Beriktikaf iaitu mendampingi masjid untuk mentaati Allah.
• Mengejutkan keluarga agar bangun beribadah.
• Uzlah (tidak mendekati) isteri.
• Memperbanyakkan amal ibadat dan berqiamulail di masjid atau surau.
• Menghadiri majlis ilmu, mengulangkaji hadith, tafsir dan sirah nabi.
• Memperbanyakkan bertasbih, tahmid, takbir, istighfar dan bersalawat.
• Membaca dan tadarus al-Quran serta berzikir kepada Allah.
• Bersolat Tarawih, Witir, Tahajud, Taubat dan solat Hajat.
• Bertaubat daripada segala kesalahan dan dosa selama ini.
• Berdoa ke hadrat Ilahi. Baginda SAW sering membaca doa: “Wahai Tuhan kami! Anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan juga kebajikan di akhirat serta peliharakanlah kami daripada seksaan api neraka yang pedih.”

Berdoa mendapatkan keampunan dan keberkatan malam itu